Selasa, 20 April 2010

Cerita Cinta

Berharap tuk kembali
Cewek seperti Fania memang tak pantas untuk sakit hati, tapi apa mau dikata semuanya telah terjadi dan takkan ada lagi seorang cowok yang berada didekatnya untuk menjalani hidup bersama-sama. Sungguh kasihan nasibnya, bahkan sahabat-sahabatnya pun merasakan kesedihan yang Nia rasakan. Nia yang biasanya ceria malah jadi pemurung. Seakan-akan kehidupannya sudah ditarik dari muka bumi ini.
“Nia, sudalah biarkanlah semua yang telah terjadi. Buang saja semua itu bersamaan dengan sakit hatimu. Aku rasa semuanya pasti akan berubah. Kamu masih punya kami sahabat-sahabatmu yang selalu setia berada disisimu saat kau butuhkan yang selalu bersama menjalani suka dan duka hidup ini. Reiner hanyalah seorang cowok yang tak bisa bertanggungjawab, segitunya ia meninggalkan kamu dan pergi bersama dengan wanita lain. Apa maksudnya itu.?” Shelly teman Nia terlihat agak marah.
“iya aku juga ga senang dengan sikapnya seperti itu, ada apa sich dia?kenapa dia pergi meninggalkan Nia sendiri. Aku ga nyangka aja cowok yang sudah ku kenal selama 3 tahun pacaran dengan sahabatku, aslinya seperti itu. Dasar cowok semuanya sama ga ada yang beda.” Chika lebih ganas dari Shelly
“Sudahlah, aku ga mau menungkit hal ini lagi, biarlah semuanya berlalu, yang lalu memang sudah sepantasnya berlalu, sekalipun terasa berat membuang semua kenangan yang pernah terjadi diantara kami terlalu banyak kenangan manis yang kulalui dengannya. Terlalu banyak cerita diantara kami. Dan aku selalu berharap dia bisa bahagia dengan seseorang yang menggantikan posisi aku dihatinya..”
“Nia kamu jadi orang terlalu baik banget, orang yang sudah menyakitimu dimaafkan seperti itu, terus kapan kebahagiaan akan ada untukmu?kapan dia datang bersemayam dalam dirimu. Masih banyak orang diluar sana yang mengharapkan cinta dari orang sepertimu karena mereka begitu mencintaimu segenap hati mereka, dan ingin selalu membahagiakan kamu..”Shelly mengelus kepala Nia dengan lembut, tangan-tangan para sahabatnya memegang pundak Nia.
“Jangan takut Nia kami selalu bersamamu sampai kapanpun..”Seketika itu juga airmata membasahi wajah cantik Nia. Semua kesedihan yang ia rasakan sudah ditumpahkannya lewat airmata.
Nia tak tahu harus seperti apa lagi dalam ia menjalani hidupnya. Nama Reiner seolah-olah takkan pernah hilang dari hatinya, orang yang telah membuatnya bahagia adalah orang yang sudah membuatnya sakit begitu dalam. Sekilas tentang masa lalunya tak sedikit cowok yang patah hati ketika Nia sudah pacaran dengan Reiner. Senior di Kampusnya pun terlihat demikian, siapa lagi kalau bukan Rico seorang mahasiswa teladan. Tapi hanya Reiner seorang yang telah membuat Nia jatuh dalam pelukannya. Kabar tentang Nia pun mulai tersebar di kampus.
“Nia, bisa ngobrol sebentar??Sahut Rico.” Nia yang tengah duduk membaca di perpustakaan kala itu langsung menatap Reiner dengan tatapan penuh Tanya.
“Iya, mau ngomong apa sama aku?”kata Nia sambil melepas buku bacaan dari tangannya.
“Mungkin ini terlalu pribadi, dan kuharap kamu tidak memarahiku” Rico menatap dalam Nia.
“Silakan aku tidak akan memarahimu.,”Sahut Nia sambil memandang kembali kearah Rico.
“Aku sudah dengar tentang kamu dan Reiner,, aku tahu aku memang tak pernah ada tempat dihatimu tapi aku selalu mencoba untuk bisa memahami keadaanmu dan berharap bisa mengenalmu lebih jauh. Mungkin aku sudah lancang sama kamu, tapi inilah yang kurasakan selama ini. Aku tahu tak sepantasnya aku ngomong ini sama kamu. Tapi sudah dari dulu aku memendam perasaan ini.”
“Rico aku sangat berterimakasih padamu karena kamu sudah begitu memahamiku dan berharap bisa membahagiakanku,tapi untuk saat ini aku belum bisa menerima seseorang, aku masih takut akan disakiti untuk kedua kalinya. Aku belum bisa menerima seseorang.”
“Ya aku mengerti keputusanmu itu dan karena ku tahu apa yang kaurasakan sekarang. Aku tidak akan memaksamu karena semuanya ada ditanganmu. Aku memang sangat berharap padamu bisa menjalin hubungan denganmu, tapi keputusannya ada ditanganmu. Aku minta maaf karena sudah menganggumu.”
“Tak masalah Rico, kamu tidak menggangguku, lagian sudah saatnya aku beranjak dari tempat ini. Kita bisa barengan sampai temapt parker.”Sahut Nia sambil menggantungkan tasnya ditangan kanannya, dan berjalan bersama dengan Rico menuju ke tempat parkit
ditanganmu. Aku minta maaf karena sudah menganggumu.”
“Tak masalah Rico, kamu tidak menggangguku, lagian sudah saatnya aku beranjak dari tempat ini. Kita bisa barengan sampai temapt parker.”Sahut Nia sambil menggantungkan tasnya ditangan kanannya, dan berjalan bersama dengan Rico menuju ke tempat parkit
ditanganmu. Aku minta maaf karena sudah menganggumu.”
“Tak masalah Rico, kamu tidak menggangguku, lagian sudah saatnya aku beranjak dari tempat ini. Kita bisa barengan sampai tempat parkir.”Sahut Nia sambil menggantungkan tasnya ditangan kanannya, dan berjalan bersama dengan Rico menuju ke tempat parkir.
**********************************************

Sekalipun Nia sekarang seorang diri tapi dia tetap semangat dalam menjalani hidup. Berangkat dari rumahnya menuju kampus kebanggaannya ia harus diperhadapkan dengan kenyataan yang ada, didepan matanya seorang Reiner sedang bergandengan dengan pacar barunya seorang cewek yang tak kalah cantik dengan Nia berpenampilan bak seorang model, membuat hati Nia begitu sakit, cemburu membara didalam hati walaupun dia sudah tidak memiki hubungan dengan mantan pacarnya. Sungguh menyakitkan berpapasan dengan mantan pacar yang menggandeng pasangan baru. Nia merasa tak pernah melakukan kesalahan yang begitu besar sampai dia harus menerima sesuatu yang paling berat dalam hidupnya yaitu putus dari sang pacar. Dia juga tak menyangka secepat itu Reiner melupakannya dan mencari penggantinya, secepat itu pula kenangan mereka berdua harus memudar tak tahu untuk sementara atau selama-lamanya. Reiner menatap Nia yang kini berpapasan dengannya. Nia tak kuasa menahan airmatanya
“Nia, “sahut Reiner berhenti sejenak menatap Nia yang kusut terlihat penuh beban..Nia tak bicara apa-apa, tapi cewek yang berada disamping Reiner berkata dengan kasarnya.
“Sayang siapa sich cewek ini, kamu kenal sama cewek jelek ini, cara berpakaiannya kuno banget. Ga ada yang lebih baik lagi mau dijadiin teman, teman-teman di agency ku cantik-cantik dan terkenal, kamu bisa kenalan sama mereka dan jadi teman mereka. Gimana bisa khan??dari pada cewek kayak dia.”
“Kupikir dia temanku yang lama tapi ternyata aku salah..”kaya Reiner sengaja dibuat-buat..Mendengar kata-kata cewek tersebut, dan mantan pacarnya, airmata yang ditahan Nia akhirnya jatuh juga tak tertahankan.
“Aku benci kamu Reiner..”Sahut Nia sambil lari meninggalkan mereka berdua. Reiner seakan-akan ingin memanggil kembali Nia tapi tak dilakukannya karena seseorang mencegatnya, tak lain pacarnya yang sekarang. Sungguh sangat disayangkan, Nia cewek cantik yang baik hati diperlakukan seperti ini oleh seseorang yang sudah lama dikenalinya dan pernah menjadi bagian hidupnya. Sungguh penderitaannya memang besar.
Sahabat-sahabat Nia pun harus mengetahui apa yang terjadi pada sahabat terkasih mereka Fania. Perasaan marah melanda hati mereka, mereka tak kuasa melihat sahabat mereka diperlakukan seperti itu oleh mantan kekasih hatinya.
“Nia kenapa kamu hanya tinggal diam saat diperlakukan seperti itu? Harga dirimu diinjak-injak, bisa ga dia ngomong sama pacar barunya untuk diam, atau perlu diberi lakban mulutnya?cewek dari dunia mana sich dia.”Sahut Chika sambil menatap kearah Nia.
“Aku tak tahu, selama aku berhubungan dengan Reiner tak pernah ada orang yang menjadi penghalang kami, aku baru melihatnya dan aku baru merasakan sakitnya hatiku. “
“Kami tahu apa yang kamu alami Nia, kami tahu tak secepat itu melupakan orang yang pernah mengisi hatimu. Tapi kamu harus tegar dan harus bisa melepaskan dia dari kehidupanmu.”
“Reiner telah melakukan kesalahan yang besar dalam hidupnya. Dia pasti akan menerimanya kelak.” Seseorang menghampiri mereka, yang tak lain seorang Rico
“Nia aku…” Belum sempat berkata apa-apa..Nia langsung memeluk Rico entah karena terlalu sakit hati sama mantan pacarnya atau apa, Nia memeluk Rico, dan dibalas dengan pelukan semua sahabatnya terkejut melihat tindakan Nia barusan.
“Dari tempat mereka bersama terlihat seseorang berlari menghampiri mereka. Wajah yang taka sing lagi bagi mereka. Siapa lagi kalau bukan Reiner mantan pacarnya Nia.
“Kenapa lagi kamu kemari Reiner..ga henti-hentinya nyakitin Nia..”Sahut Chika. Seketika itu juga Nia sadar dalam pelukannya dengan Rico dan melepaskan diri, ditatapnya Reiner yang kini berada didepannya.
“Ngapain kamu kesini Rei..Ngapain lagi kamu mencariku setelah sekian lama kamu menyakitiku..”Suara Nia terdengar begitu keras.
“Aku mencari Rico bukan mencarimu.”Sahut Rei membela diri dari pertanyaan Nia
“Iya Rei, ada perlu apa kamu mencariku?”Kata Rico dan kemudian disambung Nia
“Oh ya, aku harus pergi..”Nia melangkahkan kaki meninggalkan mereka..tapi langsung dikejar Reiner.
“Aku mencarimu Nia..”Kata Reiner sambil berlari mendekati dan menggenggam erat tangan Nia..Nia menatapnya penuh tanya.
“Aku tak ingin melepasmu lagi, aku ingin bersamamu lagi…”sahut Reiner datar
“Pantaskah kamu berkata begini padaku yang sudah kausakiti?pantaskah pernyataan itu diutarakan padaku lagi?pantaskah kita bersama lagi?pantaskah orang sepertimu masuk kedalam hatiku yang sudah hancur karena namamu? Dan pantaskah aku menerimamu?”
“Nia beri aku kesempatan sekali lagi dalam hidupku, aku tahu aku memang salah, ini bukan mauku Nia, ini hanyalah keinginan Ibuku, aku harus menikahi Sheril untuk kemajuan perusahaan kami, ..”Reiner terdiam sebentar “aku yakin kalau kamu pasti bisa mengerti aku..dalam hatiku hanya ada namamu, aku tersakiti dengan keadaanku yang seperti ini, berpura-pura melupakan orang yang sangat kucintai yang selalu hadir dalam pikiranku, berpura-pura dengan perasaanku, aku tahu aku salah telah meninggalkanmu tanpa sebab..Aku ingin kita kembali seperti dulu menjalani hari-hari kita sebelumnya. Aku saying kamu Nia…”
“Tak ada guna lagi mengharapmu kembali setelah apa yang kauperbuat padaku, aku tak bisa bertahan denganmu yang berubah seperti ini. Sekalipun cintaku begitu dalam padamu, aku mecoba untuk mengubur semuanya.Menggali begitu dalam lobang yang akan mengubur semua kenangan yang pernah terjadi diantara kita, jalinan kasih antara kita sudah lama berakhir dan tak’kan pernah kembali lagi seperti dulu, Maafkan aku karena hanya ini yang bisa kukatakan padamu, dalam hatiku tak ada lagi namamu, kini dan selamanya…” Nia dengan berat hati berjalan menjauhi Reiner, melangkah tapi pasti dengan perlahan-lahan melepaskan genggaman tangannya, mencoba tetap tegar tapi airmata terlalu deras berdesak-desakan untuk keluar membasahi wajahnya.
(Tiada guna lagi mengharapmu untuk kumiliki, tak’kan ada lagi kesempatanku untuk kembali, gemuruh cintaku segenggam maafku takkan mungkin bisa menggantikan salahku, bagaimana lagi bila itu yang harus terjadi, dengan besar hati kuterima semua ini, kau buat diriku terbunuh cintamu apalah dayaku ini memang salahku…..OOOOhhhh,,,,akankah terulang kembali masa-masa kita yang dulu ada…ooohhhh kuakui memang kusalah tak berada didekatmu disaat kau rindu)..The End

7 Maret 2010

Cerita Cinta

AKHIRNYA KETAHUAN
"Kirey, katanya kamu sudah pacaran sama Hanson?"
"Where is that?dekat aja dengan orangnya nggak, dikatain pacaran,aneh khan?" Kirey tersenyum sambil melangkah menjauhi Rheina
"Rey, boong lagi kamu, dari dulu sampe sekarang kamu suka boong ma aku, yang benar aja, tuh di mading sekolah sudah tersebar beritanya,, semua cewek penghuni sekolah ini pasti cemburu ma kamu.."
"Terserah dech apa kata kalian,, tapi aku ga punya hubungan dengannya.Ok?"
"Ya ellah ni anak, ga mau jujur sich ma sahabatnya sendiri, kamu ga nyadar apa? kamu itu salah satu kandidat cewk cantik yang bisa menggandeng sang pangeran sekolah Hanson William, ga mau ya pacaran dengannya?"
"Rheiiiiiinnnnnnaaaaa,,,sakit telingaku mendengar ocehanmu itu, bisa ga ngobrol yang lain aja, males banget dengar namanya, Ntar si rambut pirang marah sama kamu.." Rheina hampir muntah mendengar kata si rambut pirang yang diucapkan Kirey
"Rambut pirang yang sombong itu???yang ceburin aku ke kolam renang waktu kelas 1, aku ga takut lagi dengannya,,emangnya cuman dia doank yang punya sekolah ini, ih cewek kayka dia ga pantes lahir didiunia ini,resenya minta ampun.."
"ya udah kalo kamunya berpikiran gitu diam aja, ntar kamu diceburin lagi loh ke kolam, mau ga pulang basah kuyup, ga dinaikin sama supir taksi...wuaaaahahahha"Kirey tersenyum dan merangkul sahabatnya itu
"Tega benar kamu Rey, tapi aku memang ga setuju kalo si cewek pirang dekat sama hanson, aku pengen Hanson jadian sama kamu, karena kamu cewek yang sempurna untuk dia.."
"Rheina, didunia ini ga ada yang sempurna,, jadi untuk kata yang sempurna dihilangin ya....?"Keduanya terhenti sejenak dan tersenyum bersamaan
"Oh ya,,terus kita mau kemana Rey? masih ada Ekskul.."Kirey dan Rheina melangkahkan kaki hendak keluar gerbang sekolah
"Oh iya ya, khjan masih ada ekskul...kok aku jadi lupa sich.."Kata Kirey sambil membalikan badan masuk ke sekolah lagi"Untung ada yang ngingetin..."
"ya iyalah cewek cantik, seorang sahabat yang baik pasti seperti itu..."
"Iya sahabatku"kirey mencubiti wajahnya Rheina yang empuk dan berlari kecil meninggalkan Rheina. Ketiban sial apa si Kirey , dia Menyambar seseorang yang tak lain seorang Pangeran sekolah
"Bruk..."Kirey jatuh"Im Sorry I didnt see u..."kata Kirey sembari mengangkat tubuhnya sendiri seperti semula"Kirey..."
"Hanson???"Sahut Kirey,, sambil memeluk Hanson, tak ada seorang pun yang melihat akan kejadian itu
"darimana saja kamu, aku dari tadi mencarimu..?"kata Hanson sambil memegang wajahnya Kirey
"Aku sedang bersembunyi sayang,,,,hahhahahaha, nggak lah aku tadi sedang jalan-jalan sama si Rheina, kayaknya hubungan kita sudah tercium seluruh isi sekolah dan kurasa ga lama lagi pasti akan ketahuan yang sebenarnya.."
"Ya kurasa juga begitu honey,,tapi kalo kamu pengen secepatnya ketahuan ga pa pa Sayang, kita bisa Publish.."
"Not yet Honey, I steel need time for that"
"Ok,we live alone, until they know themselves"
"Tapi kelihatannya tempat ini ga cocok untuk berduaan, kita cari tempat lain aja ya?"
"Honey kok di sekolah sich,,,"
"Sekali kali khan ga pa pa, aku pengen banget ngobrol denganmu..."
"Ok Honey,, tapi ga bisa dijamin kerahasiaannya.."
"Gimana kalo di taman belakang Rey??"
“Ya ellah Babe, disitu lebih banyak orang yang pacaran tahu..."
"Ok kalo gitu di ruang baca aja biar ga ada yang curiga,,,bisa khan Rey???"
"Ga bisa,,,di UKS aja pasti ga bakalan ketahuan..."
"OK Rey,,,"Sahut Hanson sambil merapatkan tubuhnya ke Kirey
"Ok apaan Babe???"
"Tadi khan kamu ngomong UKS...disna tempat yang paling bagus.."
"UKS, siapa yang ngomong???kayaknya dari tadi aku diam, ,,"
"Ah sayang masa sich, tadi beneran aku dengar suara kamu ngomong begitu,,,"
"Hanson kamu salah besar babe, aku ga ngomong begitu tadi,,kamu ga lihat apa, aku ni sedang sms-an"
"terus siapa donk yang ngomong tadi...."Tanya Hanson Penasaran
"haahahahahhaahhaha,,penasaran ya???Aku yang Ngomong...... Rheina.."Sesaat Kirey terkejut melihat keberadaan Rheina disamping tempat sampah,,,nasib -nasib terlalu serius ngomong sama pacar,, sampai-sampai ga tahu kalo ada yang ngintip..
"Hei Plen,,mau boong lagi ya ma aku,,,sudah ketahuan khan,,,dan ternyata berita itu benar,,,,'kata Rheina menertawakan Kirey
"Rheina bukan begitu,,kami memang cuman......."
"PACARAN"sahut beberapa orang yang sekarang berada didekat mereka..."
"Rey jangan boong lagi,,karena bukan cuman aku saja yang tahu tapi.."
"Kami semua sudaha tahu"Sahut beberapa teman Hanson
"Babe,,akhirnya ketahuan......mau gimana lagi,,,di Publish aja ya,,,"
“Iya Babe,,,,,"sahut Kirey sambil mencubiti sahabatnya Rheina....(Sesuatu yang disembunyikan pada akhirnya akan ketahuan juga)

THE END
23 Januari 2010
Cinta terkadang Menyenangkan dan terkadang menyakitkan,,tapi hanya orang yang mempunyai cinta sejati yang bisa bertahan dengan keadaan seperti itu..